Langsung ke konten utama

Postingan

Karena Setiap Pandangan tak menilai Sama

kisah inspirasi ini kami dapatkan dari sebuah broadcast di group WA. mohon maaf, kami tidak bisa mendapatkan judul asli, ataupun penulis aslinya. jika Anda adalah penulis aslinya, silakan tinggalkan komentar. *** Seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, ia memandang ikan arwana merah dengan takjub.. Tak sadar Kyainya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Kyai.. . "Tidak tahu". Jawab si Santri.. . "Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah sang Kyai. . Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga.. Kemudian kembali menghadap sang Kyai. . "Ditawar berapa nak?" tanya sang Kyai. . "50.000 Rupiah Kyai". Jawab si Santri mantap.. . "Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Kyai lagi.. . "Baiklah Kyai". Jawab si santri. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias.. . "Berapa ia menawar ikan itu?". Tanya sang kyai.. . "800.000 Rupiah Kyai".
Postingan terbaru

Penumpang Ojol yang Aneh

"pernah loh mas, saya kesel banget dapet pelanggan yang minta berhenti sebentar di tukang martabak..." Si driver melanjutkan. Saat berhenti yang bilangnya sebentar, sampai lima belas menit dia menunggu, masih belum selesai. Pelanggannya cuma kasih kode tangannya "lima menit lagi". Ternyata beli martabaknya nggak satu, pantesan lama. "sepanjang jalan saya ngegerundel aja, nyebelin banget pelanggan kayak gini" Pas sampai di rumahnya, pelanggan menyodorkan sekotak martabak, "ini buat mas nya... Maaf ya nunggu lama tadi. Saya sengaja beli lebih buat mas nya" Jleb... "saya langsung merasa bersalah udah kadung sebel dan kesel sama pelanggan, ternyata dia baik banget" si driver sampai berkaca matanya bercerita begini. Saya bayangkan bagaimana binar matanya saat si pelanggan kasih martabak yang sengaja dibeli buat dia. Cerita driver ojol lainnya. Pernah juga dia kaget pas jemput ternyata penumpangnya dua orang, ibunya sama anak lela

PESAN AYAH

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya : “Anakku, dua pesan penting yg ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu Pertama: jangan pernah menagih piutang kepada siapapun Kedua: jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung” 5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya dg kondisi bisnisnya yg sangat memprihatinkan, ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?” Si Sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu…!!?? Pesan yg Pertama Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak piutang yg tidak dibayar dan lama² habislah modal saya.. Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi” Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang keadaannya berbeda jauh. Si bungsu sukses menjalankan bisnisnya. Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bu

Berbakti kepada Ibumu

Ibu adalah seorang yang memberi kehidupan pada kita. Sejak kita masih dalam kandungan sampai dewasa, ibu membesarkan kita dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, jasa ibu tidak dapat dibalas oleh apapun, walau kita memiliki banyak hal. Pertanyaannya sekarang adalah apa yang sudah kita lakukan untuk ibu di masa tuanya?  Tentunya, kita sebagai anak harus menemaninya, menolongnya, dan memenuhi kebutuhannya seperti kita masih kecil dulu. Pada video ini, kita akan ditunjukkan bakti anak kepada ibu. Selamat menonton ya...

Bola Putih dan Bola Kuning

Pembaca buku Hijrah Rezeki tentu tak asing lagi dengan sosok ibu guru TK yang diceritakan pada kisah pakaian putih. Sosok bijak yang menjelaskan prinsip keikhlasan dengan apik sekali. Kali ini beliau punya cerita baru. Tentu saja kisah ini juga melibatkan anak-anak didiknya, karena memang "Anak adalah sumber inspirasi". Suatu hari ibu guru memberikan seperangkat permainan kepada setiap anak, yaitu sebuah kantong tak tembus pandang, sebuah bola pingpong berwarna putih, dan tiga buah bola pingpong berwarna kuning. Cara bermainnya mudah, setiap anak cukup mengambil satu bola secara acak dari dalam kantong. Jika kebetulan yang diraih adalah bola putih, ibu guru akan langsung memberi hadiah crayon dan kertas gambar. Anak-anak muridnya memang paling suka menggambar dan mewarnai. Tetapi jika bola kuning yang diraih, hadiah tidak diberikan dulu. Anak-anak akan diberi kesempatan kedua untuk mengambil lagi secara acak. Hanya jika berhasil mendapat bola putih maka ibu guru akan

Hormati wanita sebagaimana kamu menghormati ibumu

"Hormati wanita sebagaimana kamu menghormati ibumu". Seorang pemuda berkata : " Wanita itu seperti sandal jepit ia akan dibuang saat ditemukan sandal lain yang lebih bagus dan pas". Mendengar hal itu kakek tua yang duduk disebelahnya berkata : " Benar wanita itu memang seperti sandal jepit itu karena kau menganggap dirimu sebagai kaki. Tapi bagiku wanita itu seperti Mahkota, yang kuletakan diatas kepala, ku hormati, ku rawat, dan kujaga sepenuh hati takkan pernah kuganti. Itu karena aku menganggap diriku Raja". Sesungguhnya saat seseorang memperlakukan orang lain dengan buruk, itu karena ia menganggap dirinya juga buruk. (Manusia tanpa kaki masih bisa hidup, tapi tanpa kepala? Matilah dia). ❤❤❤ Untuk para wanita jadikanlah dirimu sebagai Mahkota dengan menjaga kehormatanmu dan kesucianmu dari perbuatan nista. Untuk para pria, hormati wanita sebagaimana kamu menghormati ibumu. Sumber: pesan viral dari Whatapps

Renungan buat sahabat-sahabat terbaikku

Renungan buat sahabat-sahabat terbaik-ku. Di dalam menganalisa suatu masalah lihatlah foto ini, nyata bukan!!? Anda menemukan batu menggantung di udara. Ini adalah satu foto, bukan dua foto dan tidak ada yang perlu dinaik-kan atau dipegang. Mari perhatikan untuk mengetahui apa rahasianya, Coba balik-kan HP Anda, lalu perlihatkan gambar (batu) di atas tersebut, maka Anda akan menemukan jawaban yang sesungguhnya benar bahwa ternyata batu itu posisinya berada di tepi sungai, bukan menggantung di atas !!.😊  Pelajaran berharga yang dapat dipetik : 👇 Di dalam kehidupan tidak ada yang tak mungkin, kadangkala kita seringkali melihat sesuatu masalah itu dari satu sisi sudut pandang saja, maka oleh karena itu hendaklah bilamana melihat sesuatu peristiwa mesti perlu di kaji, di telaah dari beberapa sudut pandang lain-nya,dan Anda akan menemukan  jawaban yang barang tentu berbeda apa yang di sangka-kan dari sebelumnya. Renungan!!👇 "Sungguh luar biasa, orang cerdas dan bija