Langsung ke konten utama

KISAH 3 ORANG TUKANG BANGUNAN

Di sebuah desa kecil ada seorang anak yang sedang berjalan melintasi lokasi yang akan dibangun sebuah sekolah. Anak itu melihat ada 3 orang yang sedang bekerja disana.

"Pak, sedang mengerjakan apa?" tanya anak itu kepada tukang pertama.

"Kamu bisa lihat sendiri, saya ini seorang tukang, saya sedang mengerjakan pekerjaan saya sebagai tukang bangunan" jawabnya.

Lalu anak itu menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang kedua "Pak, sedang mengerjakan apa?"

"Saya sedang membantu sekolahan ini membuat gedung sekolah." jawab tukang kedua.

Lalu anak itu juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang ketiga "Pak, sedang mengerjakan apa?"

Tukang ketiga menjawab, "Saya sedang membangun mimpi anak-anak di desa ini supaya mereka berani bermimpi lebih tinggi dan meraih cita-citanya, sehingga mereka membawa manfaat di masyarakat."

-------------------

Kawan, itulah visi.. kita mungkin melakukan hal yang sama persis dengan rekan kerja kita, kita mungkin melakukan bisnis yang sama dengan rekan maupun pesaing-pesaing kita. Tapi milikilah visi yang jauh didepan sana dan mampu menggetarkan jiwa bagi siapa saja yang mendengarnya.

Tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah pekerjaan yang kita lakukan saat ini hanya untuk mengisi perut bulan depan?

Terlebih ibadah kita, apakah hanya untuk menggugurkan kewajiban? ataukah kita memiliki visi yang jauh untuk di akhirat nanti?

--------------

diambil dari status Ardho Fortana
https://www.facebook.com/ardho?fref=nf

Komentar

  1. Perjelas visi misi kita, agar apa yang kita lakukan akan dapat menjadi lebih bermanfaat. salam hebat Strategi sukses kehidupan klik disini

    BalasHapus
  2. Perjelas visi misi kita, agar apa yang kita lakukan akan dapat menjadi lebih bermanfaat. salam hebat Strategi sukses kehidupan klik disini

    BalasHapus
  3. Aku blogging karena ingin mempersembahkan ilmu pengobatan yang aku miliki, guna agar adik & anakku dapat menglami hidup yg lebih baik.

    BalasHapus
  4. Artikelya bagus... I like it.

    BalasHapus
  5. visi... hmmm inspiratif.....
    silahkan juga berkunjung di sini http://bloginspirasidantips.blogspot.co.id/

    BalasHapus
  6. Artikel yang sangat menginspirasi.. seperti pepatah mengatakan "Orang jenius melihat apa yang dilihat orang lain, tapi berpikir apa yang tidak dipikirkan orang lain".

    BalasHapus
  7. sip min kunjungi www.inspirasipositif.com

    BalasHapus
  8. Assalamu'alaikum
    Bolehkah saya copy paste tulisan-tulisan yg ada di blog Anda untuk saya buat video dan akan saya upload ke youtube?

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum
    Bolehkah saya meng-copy paste tulisan-tulisan yang ada di blog Anda untuk saya buat jadi video dan akan saya upload ke youtube?

    BalasHapus
  10. Wow, kalimat dari tukang bangunan itu cukup menyejukan hati dan meninggikan mimpi anak-anak sekolahan. Saya juga punya konten sejenis, sebaiknya Anda periksa via www.iamotivator.com semoga dapat memotivasi kita semua. Terimakasih

    BalasHapus
  11. Kisah yang sangat menginspirasi..terima kasih pak toni

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaos Kaki Bolong

Seorang ayah yg terkenal dan kaya raya  sedang sakit parah. 
Menjelang ajal menjemput, dikumpulkanlah anak2nya.
Beliau berwasiat:
"Anak-anakku, jika Ayah sudah dipanggil Allah Yang Maha Kuasa, ada permintaan Ayah kepada kalian"
" Tolong dipakaikan kaos kaki kesayangan Ayah walaupun kaos kaki itu sudah bolong, Ayah ingin memakai barang kesayangan yg penuh kenangan semasa merintis usaha di perusahaan Ayah dan minta tolong kenangan kaos kaki itu dikenakan bila Ayah dikubur nanti."
Akhirnya sang ayah wafat. 
Ketika mengurus jenazah dan saat akan dikafani, anak-anaknya minta ke ustadz agar almarhum diperkenankan memakai kaos kaki yang bolong itu sesuai wasiat ayahnya.
Akan tetapi sang ustadz menolaknya.
" Maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dikenakan kepada mayat."
Maka terjadilah perdebatan antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak ustadz yang melarangnya
Karena tidak ada titik temu, dipanggilah penasihat…

Ibuku Seorang Penjual Gudeg

Namanya mbah Pon......
Penjual gudeg dipojokan pasar Beringharjo Jogja.

Mempunyai 5 anak yang 2 kuliah di UGM, 2 lagi di ITB dan 1 di UI, mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa.

Siang itu mbah Pon duduk didepan para peserta seminar yang antusias ingin belajar kesuksesan dari mbah Pon.



Banyak pertanyaan dilemparkan, tapi tidak ada jawaban dari mbah Pon yang bisa memuaskan peserta. Misalkan, ketika ada pertanyaan, kiat mendidik anak, jawabannya hanya, "nggih biasa mawon, nek nakal nggih dikandani"

Pertanyaan soal pembayaran kuliah anak-anaknya dijawab mbah Pon.. "Pas kedah bayar sekolah nggih dibayar"

Peserta seminar sudah tidak tahu lagi harus bertanya apa, karena tidak ada jawaban yang spesial dari mbah Pon.

Hingga seorang peserta bertanya, " mbah Pon, napa njenengan mboten nate wonten masalah?"

Dengan wajah bingung mbah Pon balik bertanya, " masalah niku napa tho? Masalah niku sing kados pundi?"

Peserta itu mencontohkan "Niku …

Kisah Inspiratif : Lelaki Tua dan Selimut

Seorang lelaki tua dengan baju lusuhnya masuk ke sebuah toko megah. Dari bajunya, kelihatan kalau lelaki tua tersebut dari golongan fakir. Para pengunjung di toko tersebut (yg rata-rata borjuis) melihat aneh kepada lelaki tua itu. Tetapi tidak dengan pemilik toko.

Pemilik toko: ''Mau cari apa pak?'', tanyanya ramah.

Lelaki Tua: ''Anu.. Saya mau beli selimut 6 helai untuk saya dan anak istri saya. Tapi.. '', jawabnya ragu.

Pemilik toko: ''Tapi kenapa pak?''

Lelaki tua: ''Saya hanya punya uang 100 riyal. Apa cukup untuk membeli 6 helai selimut? Tak perlu bagus, yang penting bisa untuk melindungi tubuh dari hawa dingin'', ucapnya polos.

Pemilik toko: ''Oh cukup pak! Saya punya selimut bagus dari Turki. Harganya cuma 20 riyal saja. Kalau bapak membeli 5, saya kasih bonus 1 helai'', jawabnya sigap.

Lega, wajah lelaki tua itu bersinar cerah. Ia menyodorkan uang 100 riyal, lalu membawa selimut yang dibelinya pula…