Langsung ke konten utama

Orang orang tanpa panggung

oleh mas @Saptuari
***
Saya tidak akan menyebut nama, biar jadi misteri sadja..

Yang pertama anak muda yang bisnisnya luar biasa, punya facebook tapi statusnya biasa tak ada yang istimewa. Kalau dari satu bisnisnya dengan ratusan karyawan dan ribuan reseller itu omzet minimal 5 milyar/bulan saja bisa dikantongi. Belum dari bisnis-bisnis lainnya..

Kalau berkumpul dia lebih banyak diam, menjadi pendengar yang baik omongan dari yang hadir, jika dikasih kesempatan ngomong dan waktu yang tepat, dia bisa bicara dengan runtut penuh ilmu. Cara pakai bajunya pun sederhana, tidak akan ada yang menyangka dia berlimpah uangnya..

Dia tidak punya rekening bank, semua bisnisnya pakai rekening karyawan yang dia percaya, namun kendali uang tetap di tangannya. Dia bukan tipe yang suka pamer mutasi rekening hanya untuk sekedar menunjukkan bahwa dia suksessss dan banyak uang.

Dia tidak punya utang bank, tapi tiap akhir tahun lebih suka meludeskan isi rekening-rekening usahanya untuk disedekahkan. Ketika saya tanya kenapa dikosongkan? Jawabnya enteng.. biar tahun depan langsung penuh lagi, dan bermanfaat untuk orang banyak lagi.

Hidupnya hura-hura? Dia lebih senang pakai motor kemana-mana, mobilpun dia tidak membelinya, walaupun gampaaaaang bagi dia membeli cash dari dealer sana..

Bikin malu kita yang suka pura-pura kaya... pamer mobil padahal kreditan semua.

------------
 
Yang kedua suami istri berumur 35 an tahun yang jaringan bisnisnya ada dimana-mana. Mereka memilih meninggalkan semua sosial media. Tak ada lagi facebook, twitter, instagram, path untuk pamer eksistensi mereka..

Bisnisnya menggurita, karyawannya lebih dari 750 orang, jika ditotal omzet usahanya bisa minimal 600 juta/hari... yaaa per hari! Bukan perbulan..

Mereka tidak punya TV di rumahnya, Anak-anaknya semua dididik jadi penghafal Quran. Ada yang 8 juz.. ada 3 juz.. ada yang 2 juz.. anak terkecilnya yang perempuan pun umur 4 tahun sudah pakai jilbab kemana-mana.

Mereka tidak punya mobil? Oooh punya.. ada dua mobil mewah di rumahnya. 

Tapi mereka tidak pernah sekalipun foto dengan mobilnya sambil mengacungkan jempol untuk pamer kekayaannya.
 
Mereka tidak butuh simbol sakses untuk mendapatkan pengakuan orang-orang sekitarnya..
 
bahwa kami kaya lho..
 
bahwa kami punya mobil ini lho..
 
mereka tidak perlu bicara, "kamu mau ikutan suksesss seperti saya?"

Sebagian uangnya mereka bikin pesantren yang dikelola sendiri. Sebagian santri mereka yang membiayai..

Soal sedekah tak usah tanya, mereka pernah memberikan sebuah tas penuh perhiasan kepada saya dan berkata: "ini semua emas yang kami miliki lengkap dengan surat-suratnya, kami sedekahkan semua untuk duafa-duafa di #SedekahRombongan.."

Kaya beneran itu gak perlu panggung..
 
dan gak perlu dipamerkan untuk mendapatkan pengakuan..

Orang-orang yang merasa cukup dengan hidupnya, dan lebih banyak berbagi untuk sesama, itulah orang kaya yang sesungguhnya...

Siapa mereka?

@Saptuari, dari status beliau yang viral di WhatsApp.

Komentar

  1. "Masih Bingung Mencari Situs Poker / Domino / BandarQ / AduQ Yang isa di percaya ?

    Yang Mempunyai % Kemenangan Lebih Besar . ?
    Kartu"" Yang Berkualitaas . ?

    Pelayanan CS Yang Ramah / Tips"" Dan Trick Cara Bermain . ?

    Poker Online - HTTP://ARENADOMINO.POKER Minimal Deposit : Rp.20.000,-

    Bonus Refferal Seumur Hidup .
    Bonus Turn Over Tanpa Batas .

    Player VS Player ( 100% Tanpa Bot ) .
    8 Games Dalam 1 User ID
    POKER - DOMINO - ADUQ - BANDARQ - CAPSA - BANDAR POKER - BANDAR SAKONG

    Rasakan Sensasi nya Menjadi Bandar , hanya di BANDARQ dan BANDAR SAKONG .

    Dengan Pelayanan Terbaik ( Customer Service ) .
    Customer Service Online 24 Jam .

    Daftar Langsung isi data2 : http://arenadomino.poker

    BalasHapus
  2. "JUDI POKER | TOGEL ONLINE | TEMBAK IKAN | CASINO | JUDI BOLA / SBOBET | SEMUA LENGKAP HANYA DI : WWW.DEWALOTTO.ME
    DAFTAR DAN BERMAIN BERSAMA 1 ID BISA MAIN SEMUA GAMES YUKK>> pin BB : 7BF59345

    "

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Ukuran Kita Tak Sama

Oleh Salim A. Fillah   
"seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
    memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
    memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
    kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi"

Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.

Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,

“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”

Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al …

10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur

kisah inpirasi .com ~ Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli ma…

Kisah Kakek dan Pencuri Pepaya

kisah inspirasi .com ~ Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri.

“bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..”

“dari itu Bune” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawa…