Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

PESAN AYAH

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya :

“Anakku, dua pesan penting yg ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu

Pertama: jangan pernah menagih piutang kepada siapapun

Kedua: jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung”

5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya dg kondisi bisnisnya yg sangat memprihatinkan, ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?”

Si Sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu…!!??
Pesan yg Pertama Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak piutang yg tidak dibayar dan lama² habislah modal saya..

Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi”

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang keadaannya berbeda jauh. Si bungsu sukses menjalankan bisnisnya.
Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu…

Berbakti kepada Ibumu

Ibu adalah seorang yang memberi kehidupan pada kita. Sejak kita masih dalam kandungan sampai dewasa, ibu membesarkan kita dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, jasa ibu tidak dapat dibalas oleh apapun, walau kita memiliki banyak hal.

Pertanyaannya sekarang adalah apa yang sudah kita lakukan untuk ibu di masa tuanya?  Tentunya, kita sebagai anak harus menemaninya, menolongnya, dan memenuhi kebutuhannya seperti kita masih kecil dulu.

Pada video ini, kita akan ditunjukkan bakti anak kepada ibu. Selamat menonton ya...

Bola Putih dan Bola Kuning

Pembaca buku Hijrah Rezeki tentu tak asing lagi dengan sosok ibu guru TK yang diceritakan pada kisah pakaian putih. Sosok bijak yang menjelaskan prinsip keikhlasan dengan apik sekali.

Kali ini beliau punya cerita baru. Tentu saja kisah ini juga melibatkan anak-anak didiknya, karena memang "Anak adalah sumber inspirasi".

Suatu hari ibu guru memberikan seperangkat permainan kepada setiap anak, yaitu sebuah kantong tak tembus pandang, sebuah bola pingpong berwarna putih, dan tiga buah bola pingpong berwarna kuning.

Cara bermainnya mudah, setiap anak cukup mengambil satu bola secara acak dari dalam kantong. Jika kebetulan yang diraih adalah bola putih, ibu guru akan langsung memberi hadiah crayon dan kertas gambar. Anak-anak muridnya memang paling suka menggambar dan mewarnai.

Tetapi jika bola kuning yang diraih, hadiah tidak diberikan dulu. Anak-anak akan diberi kesempatan kedua untuk mengambil lagi secara acak. Hanya jika berhasil mendapat bola putih maka ibu guru akan memberi…

Hormati wanita sebagaimana kamu menghormati ibumu

"Hormati wanita sebagaimana kamu menghormati ibumu".

Seorang pemuda berkata :
" Wanita itu seperti sandal jepit ia akan dibuang saat ditemukan sandal lain yang lebih bagus dan pas".

Mendengar hal itu kakek tua yang duduk disebelahnya berkata : " Benar wanita itu memang seperti sandal jepit itu karena kau menganggap dirimu sebagai kaki. Tapi bagiku wanita itu seperti Mahkota, yang kuletakan diatas kepala, ku hormati, ku rawat, dan kujaga sepenuh hati takkan pernah kuganti. Itu karena aku menganggap diriku Raja".

Sesungguhnya saat seseorang memperlakukan orang lain dengan buruk, itu karena ia menganggap dirinya juga buruk.
(Manusia tanpa kaki masih bisa hidup, tapi tanpa kepala? Matilah dia).
❤❤❤

Untuk para wanita jadikanlah dirimu sebagai Mahkota dengan menjaga kehormatanmu dan kesucianmu dari perbuatan nista.

Untuk para pria, hormati wanita sebagaimana kamu menghormati ibumu.



Sumber: pesan viral dari Whatapps