Langsung ke konten utama

Sepatu Terakhir, 3% Novel 97% Inspirasi

"Novel Sepatu Terakhir-nya,, udah hatam.. recommended to read"
-Sutiadi, Tangerang-

"New way to tell something inspire bro Toni Tegar Sahidi"
-Muhammad Bakri, Lampung-

"Karya novelnya kereeen..subhanallah...ayo difilmkaaan... :D"
- Mahar Rhendee, Bangkalan-

-Novel Unggulan Lomba Novel Republika 2012, Seleksi lebih dari 450 Naskah SeIndonesia!-


Setelah sekitar 2 bulan beredar, baru kali ini kami dari redaksi kisahinspirasi.com baru dapat menyampaikan kesahabat semua.
Salah satu kontributor utama dari kisahinspirasi.com , akhina Toni Tegar Sahidi, Alhamdulillah bukunya dan diterbitkan oleh Buku Republika, divisi penerbitan dari harian Republika. Novelnya berjudul SEPATU TERAKHIR, dan insya Allah sudah beredar di Gramedia dan toko buku besar. di seluruh Indonesia. Tanyakan ke petugasnya, kalau kesulitan. :) Lihat covernya di samping ini.

Bagi kami ini unik, karena buku yang ia rilis adalah Novel, dan kami tahu bahwa ia sangat tidak doyan novel. Andai Anda sodori novel, dan buku telepon, barangkali dia akan memilih buku telepon tersebut. Baginya novel yang selama ini banyak beredar cenderung membosankan dan monoton.

Maka ia pun bertekad untuk membuat novel yang berbeda!, dan kata kuncinya menginspirasi!

"Saya ingin membuat novel yang disukai oleh orang yang tak suka novel sekalipun!!",begitu katanya.

Dan benar saja, Toni Tegar Sahidi membuat novel dengan cerita yang unik, didalamnya banyak sekali inspirasi, hikmah, dan  makna yang sederhana, dan mendalam. Kami sudah sampaikan beberapa cuplikan isinya. Ambil Contoh Beberapa kisah yang kami posting didalam situs ini seperti
- Kisah Petani Jagung dan
- Kisah Atlet Inspiratif dan Ayahnya 

itu kami cuplikkan dari Novel tersebut.
Tapi itu hanya kutipannya saja, hanya beberapa frame kecil dari isi cerita globalnya. Kalau redaksi coba menyingkat isi ceritanya kurang lebih seperti ini.

"Bayangkan Ada seseorang yang sangat mencintai pekerjaannya, sudah mendarah daging, dan tak bisa lepas darinya. Pekerjaannya adalah kehidupannya itu sendiri. Yang menjaga kekuatan dan senyumannya. Namun suatu hari tiba-tiba tiada hujan tiada badai, tanpa ada sesuatu yang jelas, orang tersebut memutuskan untuk berhenti total dari pekerjaannya!
Nah sekarang Bayangkan bahwa Anda adalah orang dekatnya, bahkan keluarganya! Apa yang akan Anda lakukan?"

Itu kalau diringkas, adapun detail sinopsis bisa Anda lihat dibawah ini...

Silakan buktikan!, Ini Novel yang berbeda, dan Inspiratif!. Nggak cengeng, Bukan Roman, Nggak Lebay! Insya Allah.

Berminat? Anda bisa mendapatkannya di Toko Buku Gramedia di Seluruh Indonesia. Mintalah bantuan petugas toko untuk membantu Anda mendapatkan buku tersebut.
Jika di kota Anda tidak ada gramedia, Anda bisa membelinya via Online di Gramedia Online  atau di Republika ROLSHOP, atau melalui marketing BukuRepublika di 021-7803747 ext 103 (Mbak Rida).
Jika Ingin mendapatkan versi yang bertandatangan, Anda bisa hubungi penulisnya langsung via SMS di 08175404373 :)

Tunggu Apa Lagi? Jangan jadi orang yang ketinggalan, Dapatkan edisinya  cetakan pertamanya... !
Ditunggu ya... :)



Postingan populer dari blog ini

Kaos Kaki Bolong

Seorang ayah yg terkenal dan kaya raya  sedang sakit parah. 
Menjelang ajal menjemput, dikumpulkanlah anak2nya.
Beliau berwasiat:
"Anak-anakku, jika Ayah sudah dipanggil Allah Yang Maha Kuasa, ada permintaan Ayah kepada kalian"
" Tolong dipakaikan kaos kaki kesayangan Ayah walaupun kaos kaki itu sudah bolong, Ayah ingin memakai barang kesayangan yg penuh kenangan semasa merintis usaha di perusahaan Ayah dan minta tolong kenangan kaos kaki itu dikenakan bila Ayah dikubur nanti."
Akhirnya sang ayah wafat. 
Ketika mengurus jenazah dan saat akan dikafani, anak-anaknya minta ke ustadz agar almarhum diperkenankan memakai kaos kaki yang bolong itu sesuai wasiat ayahnya.
Akan tetapi sang ustadz menolaknya.
" Maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dikenakan kepada mayat."
Maka terjadilah perdebatan antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak ustadz yang melarangnya
Karena tidak ada titik temu, dipanggilah penasihat…

Kisah Inspiratif : Lelaki Tua dan Selimut

Seorang lelaki tua dengan baju lusuhnya masuk ke sebuah toko megah. Dari bajunya, kelihatan kalau lelaki tua tersebut dari golongan fakir. Para pengunjung di toko tersebut (yg rata-rata borjuis) melihat aneh kepada lelaki tua itu. Tetapi tidak dengan pemilik toko.

Pemilik toko: ''Mau cari apa pak?'', tanyanya ramah.

Lelaki Tua: ''Anu.. Saya mau beli selimut 6 helai untuk saya dan anak istri saya. Tapi.. '', jawabnya ragu.

Pemilik toko: ''Tapi kenapa pak?''

Lelaki tua: ''Saya hanya punya uang 100 riyal. Apa cukup untuk membeli 6 helai selimut? Tak perlu bagus, yang penting bisa untuk melindungi tubuh dari hawa dingin'', ucapnya polos.

Pemilik toko: ''Oh cukup pak! Saya punya selimut bagus dari Turki. Harganya cuma 20 riyal saja. Kalau bapak membeli 5, saya kasih bonus 1 helai'', jawabnya sigap.

Lega, wajah lelaki tua itu bersinar cerah. Ia menyodorkan uang 100 riyal, lalu membawa selimut yang dibelinya pula…

Kisah Inspiratif : Rumah Si Tukang Bangunan

Alkisah Seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya
bekerja ikut pemborong.
.
Iapun bermaksud mengajukan pensiun
karena ingin memiliki banyak waktu
untuk keluarganya.
.
Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu
satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun.
.
Si tukang bangunan segera membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.
.
Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat..
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.
.
Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
"Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku."
.
Terkejutlah tukang bangunan itu, ada rasa sesal kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu, dikerjakannya secara asal-asalan..
.
Saudaraku..
Ibadah yang kita kerjakan
di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.
.
Jangan sampai kelak kita menyesa…